6. KETIKA HARAPAN BELUM TIBA
Pagi datang membawa cahaya,
Namun keinginanku belum menjadi nyata,
Aku bertanya kepada diri sendiri,
Sampai kapan harus menunggu di sini?
Jawaban tak datang dalam sekejap,
Kadang keyakinan terasa lenyap,
Namun ada suara yang tetap menetap,
Memintaku bertahan dan kembali berharap.
Tak semua bunga mekar bersamaan,
Tak semua jalan bebas rintangan,
Ada waktu untuk belajar kesabaran,
Sebelum impian menemukan kenyataan.
Hari ini aku memilih bertahan,
Bukan karena bebas dari ketakutan,
Namun karena di balik ketidakpastian,
Masih ada alasan untuk melanjutkan perjalanan.
7. PERSAHABATAN TANPA SYARAT
Aku mengenalmu bukan karena harta,
Bukan karena nama atau tahta,
Kita bertemu sebagai manusia,
Yang sama-sama membutuhkan makna.
Kau tak menghitung setiap pemberian,
Aku tak menuntut kesempurnaan,
Kita menjaga sebuah kepercayaan,
Dengan kejujuran dalam pertemanan.
Ketika salah seorang kehilangan arah,
Yang lain hadir tanpa menghakimi dengan amarah,
Bukan untuk membuat luka bertambah parah,
Melainkan membantu hati kembali tabah.
Persahabatan bukan soal memiliki,
Bukan pula memaksa untuk selalu menemani,
Ia tumbuh ketika kita saling menghargai,
Dan memberi ruang untuk menjadi diri sendiri.
8. JEJAK DI PASIR WAKTU
Kususuri pantai menjelang petang,
Melihat jejak yang terbentang,
Ombak datang tanpa pernah berutang,
Menghapus tapak yang dahulu kukenang.
Begitulah hidup mengajarkan arti,
Tak semua yang hadir akan menetap di sini,
Ada pertemuan yang harus diakhiri,
Ada perpisahan yang tak bisa dihindari.
Namun jejak bukan semata kehilangan,
Ia menjadi tanda sebuah perjalanan,
Bahwa kita pernah berani mengambil pilihan,
Dan tumbuh melalui berbagai pengalaman.
Jika ombak menghapus semua tanda,
Biarlah kenangan tinggal di dalam dada,
Sebab makna hidup bukan pada jejak semata,
Melainkan kebaikan yang kita tinggalkan bagi sesama.
9. SENYUM DI BALIK KELELAHAN
Kusimpan letih di balik senyuman,
Menjalani hari dengan berbagai tuntutan,
Kadang dunia terasa penuh tekanan,
Namun aku tetap mencari ketenangan.
Tak semua orang mengetahui cerita,
Tentang malam panjang yang kulewati tanpa suara,
Tentang harapan yang kujaga dalam dada,
Dan air mata yang jatuh tanpa mereka menyadarinya.
Aku belajar menerima keadaan,
Tanpa menjadikan luka sebagai alasan,
Untuk berhenti memperjuangkan masa depan,
Atau menutup pintu bagi kemungkinan.
Jika esok senyumku kembali merekah,
Bukan berarti hidup bebas masalah,
Aku hanya belajar menjadi lebih tabah,
Tanpa membiarkan kesedihan menguasai langkah.
10. KOTA YANG MENYIMPAN RINDU
Di antara gedung dan jalanan,
Kusimpan rindu dalam kesibukan,
Banyak wajah berlalu tanpa sapaan,
Namun pikiranku kembali pada kenangan.
Lampu kota menyala menjelang malam,
Menerangi jalan yang terasa kelam,
Ada nama yang kusebut dalam diam,
Ada cerita yang tersimpan begitu dalam.
Aku tak tahu kapan kita berjumpa,
Atau apakah waktu masih memberi kesempatan yang sama,
Namun doa tetap kutitipkan kepada semesta,
Semoga hidupmu dipenuhi bahagia.
Kota ini mungkin terus berubah,
Jalan-jalannya mungkin semakin megah,
Namun kenangan tak mudah berpindah,
Jika pernah tumbuh dari hati yang ramah.
Comments
No comments yet. Be the first to share your thoughts!