Updating your session…

Pantun jenaka

by hastag mantan

Volume 1

Chapter 2

5 min read•Published Oct 31, 2026

51. Ada sapi berjalan miring,

Menyenggol pagar dekat halaman,

Katanya ingin tampil paling penting,

Datang terlambat meminta dimaklumi teman.

52. Pergi ke toko membeli lemari,

Lemari besar berwarna biru,

Katanya ingin hidup mandiri,

Kunci rumah saja dititipkan selalu.

53. Membeli salak dekat terminal,

Salak manis dimakan bertiga,

Katanya ingin menjadi terkenal,

Salah kostum malah jadi bahan tertawa.

54. Bunga dahlia tumbuh di taman,

Mekar indah di pagi hari,

Katanya ingin menjaga pertemanan,

Saat ditagih utang susah dicari.

55. Ada monyet membawa pisang,

Pisang matang dimakan sendiri,

Katanya ingin menjadi orang penyayang,

Makanan terakhir tidak mau berbagi.

56. Pergi ke kota membeli terigu,

Terigu dibawa memakai peti,

Katanya selalu merindukanmu,

Tapi nama kontak masih salah eja sendiri.

57. Membeli sate di hari Minggu,

Sate dibungkus daun pisang,

Katanya ingin selalu bersamamu,

Tapi saat diajak jalan malah menghilang.

58. Ada burung memakai dasi,

Terbang rendah menuju taman,

Katanya punya banyak prestasi,

Prestasi tidur siang paling menawan.

59. Pergi ke pasar membeli tomat,

Tomat merah dimasak ibu,

Katanya ingin hidup hemat,

Ongkos kirim lebih mahal dari barangnya itu.

60. Membeli sepeda warna merah,

Sepeda baru diparkir di halaman,

Katanya ingin menjadi orang gagah,

Melihat laba-laba meminta pertolongan.

61. Ada ikan lele membawa tas,

Berjalan pelan di dasar kali,

Katanya pintar membalas,

Pesan sederhana dibalas tiga hari sekali.

62. Pergi ke kebun memetik durian,

Durian jatuh dekat perigi,

Katanya ingin mencari hiburan,

Menonton film horor sembunyi di balik bantal sendiri.

63. Membeli roti di dekat jembatan,

Roti cokelat dimakan bersama,

Katanya ingin punya jabatan,

Disuruh memimpin rapat malah lupa bicara.

64. Ada ayam memakai kacamata,

Berjalan santai dekat sumur,

Katanya paling pintar berhitung angka,

Menghitung kembalian masih harus ditegur.

65. Pergi ke pantai membawa kelapa,

Kelapa muda terasa segar,

Katanya tidak takut apa-apa,

Melihat nilai ujian langsung gemetar.

66. Membeli bubur dekat perempatan,

Bubur hangat diberi kerupuk,

Katanya ingin punya pendapatan,

Tetapi bekerja masih suka mengantuk.

67. Burung camar terbang ke laut,

Mencari ikan di tengah karang,

Katanya ingin hidup hemat,

Tiap akhir pekan belanja menyerang.

68. Ada kambing masuk ke rumah,

Mencari rumput dekat lemari,

Katanya ingin menjadi orang ramah,

Disapa tetangga pura-pura tidak mengerti.

69. Pergi ke pasar membeli kacang,

Kacang goreng dimasukkan peti,

Katanya ingin menjadi orang lapang,

Melihat mantan bahagia langsung sakit hati.

70. Membeli payung warna ungu,

Payung dibawa ketika hujan,

Katanya ingin selalu menunggu,

Tapi ditinggal sebentar sudah kehilangan kesabaran.

71. Ada kura-kura naik sepeda,

Mengayuh pelan di dekat taman,

Katanya ingin terkenal di media,

Salah unggah malah jadi bahan candaan.

72. Pergi ke warung membeli mi,

Mi direbus bersama telur,

Katanya ingin menjadi pribadi mandiri,

Mencari remote saja minta tolong diatur.

73. Membeli mangga bersama paman,

Mangga manis dimakan berdua,

Katanya ingin punya banyak teman,

Tapi saat bayar makanan pura-pura tidak tahu.

74. Ada cicak jatuh ke lantai,

Berlari cepat menuju lemari,

Katanya ingin menjadi orang santai,

Menunggu balasan chat gelisah sendiri.

75. Pergi ke toko membeli seprai,

Seprai baru berwarna biru,

Katanya ingin pandai memasak gulai,

Air mendidih saja lupa ditunggu.

76. Membeli jagung dekat sawah,

Jagung bakar diberi keju,

Katanya ingin hidup mewah,

Makan gratis paling ditunggu.

77. Ada kucing tidur di sofa,

Matanya sipit menahan kantuk,

Katanya ingin jadi juara,

Baru mulai lomba sudah duduk.

78. Pergi ke taman membawa buku,

Duduk santai di bawah cemara,

Katanya ingin melupakan masa lalu,

Tapi masih mengintip status mantan setiap saat juga.

79. Membeli ikan di hari Rabu,

Ikan dibawa memakai wadah,

Katanya ingin selalu bersamamu,

Saat diminta komitmen malah berubah arah.

80. Burung nuri makan pepaya,

Pepaya matang dibelah dua,

Katanya ingin menjadi orang kaya,

Menabung receh masih sering lupa.

81. Pergi ke pasar membeli selada,

Selada hijau untuk lalapan,

Katanya ingin menjadi sederhana,

Tapi permintaan selalu banyak tambahan.

82. Ada gajah memakai topi,

Berjalan santai dekat kali,

Katanya ingin berhenti ngopi,

Tapi gelas kopi dicari setiap pagi.

83. Membeli kembang di tepi jalan,

Kembang putih untuk hiasan,

Katanya ingin punya masa depan,

Hari ini saja masih kebingungan.

84. Pergi ke kota membawa koper,

Koper besar berisi pakaian,

Katanya ingin menjadi orang populer,

Salam tetangga saja tidak pernah diucapkan.

85. Ada bebek memakai sepatu,

Berjalan cepat menuju rawa,

Katanya ingin menjadi nomor satu,

Bangun tidur saja masih nomor dua.

86. Membeli tahu dekat jembatan,

Tahu goreng dimakan hangat,

Katanya pandai menjaga perasaan,

Diberi kritik sedikit langsung merajuk berat.

87. Pergi ke sawah melihat padi,

Padi menguning terkena cahaya,

Katanya ingin memperbaiki diri,

Tapi kebiasaan buruk tetap berjaya.

88. Ada semut membawa roti,

Roti besar diangkat ramai-ramai,

Katanya ingin hidup mandiri,

Membuka tutup botol saja minta bantuan ramai-ramai.

89. Membeli durian di pinggir kali,

Durian matang aromanya kuat,

Katanya ingin olahraga setiap hari,

Melihat kasur langsung kehilangan semangat.

90. Pergi ke toko membeli topi,

Topi hitam dipakai bergaya,

Katanya ingin menjadi selebriti,

Salah masuk kelas malah disangka penjaga.

91. Ada burung terbang ke hutan,

Hinggap sebentar di pohon jati,

Katanya ingin menjaga kesehatan,

Tidur larut malam menjadi hobi.

92. Membeli es teh dekat stasiun,

Es teh manis diminum perlahan,

Katanya ingin menjadi jutawan,

Menunggu warisan menjadi harapan.

93. Pergi ke kebun mencari melati,

Melati putih dipetik paman,

Katanya ingin menjadi pribadi teliti,

Kunci motor tertinggal di dalam rumah.

94. Ada ayam berjalan ke kali,

Bertemu bebek sedang berenang,

Katanya ingin hemat setiap hari,

Melihat promo langsung menyerang.

95. Pergi ke pasar membeli pepaya,

Pulangnya singgah membeli ketan,

Hidup jangan terlalu banyak gaya,

Yang penting bahagia dan banyak tertawa, kawan.

96. Ada kucing belajar berenang,

Berenang pelan di kolam ikan,

Katanya ingin jadi orang tenang,

Lihat cicak kecil langsung berteriak kencang.

97. Membeli bakso di malam hari,

Bakso hangat diberi sawi,

Katanya ingin hidup berani,

Melihat tikus langsung naik ke kursi.

98. Pergi ke kebun memetik labu,

Labu besar dibawa pulang,

Katanya ingin menjadi nomor satu,

Tapi lomba makan saja kalah telak.

99. Burung puyuh berlari cepat,

Menyusuri pematang sawah,

Katanya ingin hidup hebat,

Bangun kesiangan jadi masalah.

100. Membeli soto di warung lama,

Soto hangat diberi jeruk,

Katanya ingin punya banyak nama,

Nama sendiri saja sering tertukar.

Recommend this storyOpens in a new tab.

Sign in and read to recommend this story.

Enjoyed the chapter?

Let the author know your thoughts below!

Comments

Share your thoughts on this chapter…
Sign up to join the conversationPost Comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!